Seputar HIV / AIDS







Di Jawa Barat lebih dari 50% penderita AIDS berusia produktif, yakni usia 20-30 tahun
Sampai saat ini pemakaian Kondom masih jadi andalan untuk mencegah  penularan HIV terutama pada kalangan beresiko tinggi
Waktu yngg diperlukan virus sampai muncul gejala klinis / infeksi oportunis adalah 10-12 tahun
Angka kematian akibat HIV/AIDS mayoritas disebabkan oleh Tuberkulosis yakni 22% (WHO)
Di Jawa Barat angka tertinggi penyeban HIV/AIDS  disebabkan Narkoba suntik, mayoritas laki-laki
Namun sekarang angka wanita meningkat jadi 30% karena disebabkan pernikahan
(Intermezo) Di suatu ruangan praktik. Pasien : “Dok bagaimana supaya Saya tak tertular HIV?” | Dokter : “Ketika berhubungan harus pakai pengaman”| Pasien : “Pengaman? Maksudnya helm dok?” l Dokter: ???
Pengobatan HIV/AIDS disebut ART (Anti Retroviral Treatment). Patokannya bila CD4 < 350 cell/mm3
CD4 adalah penanda sel daya tahan tubuh seseorang. Pemeriksaan diambil melalui darah.
Atau bila ditemukan Infeksi Opurtunis ( infeksi tambahan) seperti TBC, kandidiasis, Diare kronis dll
Tujuan ART adalah menghambat/membunuh virus dalam darah. Tapi tidak bisa membunuh virus di jaringan limfoid
Jadi setelah pengobatan ART bisa saja virusnya negative dalam darah tapi tetap minum obat seumur hidup
Hal ini dilakukan untuk mencegah virus yang “sembunyi” di sel2 limfoid muncul kembali.
Tujuan berikutnya adalah untuk meningkatkan kadar CD4. Sehingga daya tahan tubuh penderita HIV/AIDS kembali meningkat
Obat HIV/AIDS  disebut ARV , tersedia di RS yg ditunjuk pemerintah. Dan GRATIS
Tingkat kepatuhan pasien sangat menentukan keberhasilan pengobatan HIV/AIDS
Makanan pantang bagi pasien HIV/AIDS adalah yg mengandung lemak seperti gorengan karena  obat ARV meningkatkan fraksi lemak dalam darah (kolesterol,LDL,Trygliseride)
Pemberian obat herbal pada pasien HIV/AIDS tidak dilarang, asalkan ARV diteruskan

0 komentar:

Posting Komentar