Tampilkan postingan dengan label GP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GP. Tampilkan semua postingan

Ayah Simoncelli ingin bantu pebalap Italia ke MotoGP

Ayah Simoncelli ingin bantu pebalap Italia ke MotoGP

Merdeka.com - Ayah mendiang Marco Simoncelli, Paolo Simoncelli mengaku ingin membantu para pebalap muda Italia untuk turun di MotoGP suatu saat nanti, demikian yang ia nyatakan kepada GPOne.com.

Mendiang Marco resmi dinobatkan sebagai Legenda MotoGP ke-21 di Mugello, Italia dua pekan lalu, dan hal ini menginspirasi Paolo untuk membantu mengembalikan kejayaan Italia di kancah balap dunia.

"Saya rasa saya akan bertemu lagi dengan orang-orang MotoGP, mungkin beberapa tahun lagi. Saya memiliki tim yang turun di Kejuaraan Nasional (CIV) Pra-Moto3 dan Moto3 Italia. Saya yakin bisa membawa pebalap saya ke kejuaraan dunia," ujar Paolo.

Marco Simoncelli tewas dalam kecelakaan tragis di Sirkuit Sepang, Malaysia, 23 Oktober 2011 dalam usia 24 tahun. Setelah dinobatkan sebagai Legenda MotoGP, namanya pun bersanding dengan Giacomo Agostini, Mick Doohan dan Casey Stoner. (gpo/kny)

Espargaro: Nasib saya ditentukan Rossi-Lorenzo


Espargaro: Nasib saya ditentukan Rossi-Lorenzo
Valentino Rossi, Pol Espargaro dan Jorge Lorenzo. (c) AFP
Merdeka.com - Debutan Monster Yamaha Tech 3, Pol Espargaro mengaku nasibnya di MotoGP 2015 ditentukan oleh duet Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, demikian yang dinyatakan oleh sang juara dunia Moto2 2013 itu kepada GPOne.com.

Kontrak Rossi dan Lorenzo dengan Yamaha sama-sama akan habis akhir tahun ini. Ketika Rossi digadang-gadang akan bertahan, Lorenzo santer digosipkan hijrah ke Repsol Honda. Bila hal ini terjadi, Espargaro disebut-sebut akan menjadi penggantinya.

"Saya merasa nyaman di Tech 3. Mereka sangat profesional dan bagi saya, mereka sudah seperti keluarga. Tapi seperti semua orang, target saya adalah membela tim pabrikan. Meski begitu, nasib saya tergantung keputusan Vale dan Jorge," ujar Espargaro.

Saat ini, Espargaro berada di peringkat keenam pada klasemen pebalap dengan 49 poin, unggul lima poin dari sang kakak yang membela NGM Forward Racing, Aleix Espargaro. Pebalap berusia 23 tahun inipun masih kokoh sebagai pebalap satelit terbaik.

Marquez Berterima Kasih ke Fans, Antusias Tunggu Balapan di Qatar



Marc Marquez melontarkan rasa terima kasihnya kepada para penggemarnya yang setia memberikan semangat agar ia lekas pulih dari cedera. Rider Repsol Honda itu sekaligus mengungkap betapa ia sudah tak sabar memulai musim 2014.

Marquez, juara bertahan MotoGP, mengalami cedera patah tulang kering akibat kecelakaan saat berlatih di arena dirt-track di Lleida, Barcelona bagian selatan, pada bulan Februari lalu. Akibatnya ia pun tak bisa ambil bagian dalam tes pramusim resmi MotoGP di Sepang yang kedua pada 26-28 Februari.

Pada prosesnya, pemulihan Marquez ditengarai berjalan positif meski ada indikasi ia belum bisa tampil 100% untuk balapan pembuka musim di Sirkuit Losail, Qatar 23 Maret mendatang. 

Melalui catatan dalam blog-nya di situs resmi Repsol Honda, Marquez pun curhat dengan kondisinya saat ini. Ia juga menyatakan rasa terima kasih buat dukungan para penggemarnya, sekaligus mengungkap antusiasmenya menjelang musim baru. Berikut tulisan Marquez tersebut.

"Hai semuanya. Kita bertemu lagi di blogku! Untuk memulai, aku ingin berterima kasih atas dukungan yang sudah aku terima dalam pramusim ini, kalian luar biasa! Setiap hari aku menerima kata-kata penyemangat dan yang bisa aku lakukan hanyalah berterima kasih kepada kalian karena setia memberi dukungan."

"Saat ini targetku adalah bugar secepat mungkin untuk memulai musim, karena tak banyak lagi waktu tersisa. Seperti yang kalian tahu, beberapa pekan lalu aku mendapat cedera. Aku tentu saja ingin menghabiskan lebih banyak waktu di tes pramusim, tapi aku memutuskan untuk beristirahat agar bisa tiba di Qatar dengan kondisi terbaik."

"Aku merasa lebih baik dan lebih kuat setiap harinya, dan akhir pekan lalu aku sudah bisa berdiri tanpa kruk. Sesi-sesi rehabilitasi penting buat proses pemulihanku dan dalam beberapa hari aku sudah akan nyaris pulih sepenuhnya."

"Pramusim berjalan tidak biasa. Tes pertama di Sepang berjalan amat baik dan aku merasa amat nyaman. Kini dengan cederaku, aku tidak akan bisa tiba di Qatar dengan menuntaskan program tes kami secara komplet dan aku akan harus menjalani seri pertama nanti dengan kalem, terlebih sesi latihan bebas pertama yang akan membantuku kembali mendapatkan 'rasa' di atas motor, yang mana belum aku sentuh lagi selama nyaris enam pekan... Aku benar-benar merindukannya!"

"Aku sudah tidak sabar menanti musim dimulai dan kembali ke atas motor. Aku ingin mengakhiri tulisan ini sebagaimana aku memulainya, dengan berterima kasih atas dukungan kalian. Sampai jumpa lagi dalam beberapa hari!"

Valentino Rossi Buka Sekolah Balap



Legenda hidup balapan motor dunia, Valentino Rossi sudah memasuki usia senja. Namun, dia tidak akan jauh-jauh dari dunia balap motor.

Setelah sebelumnya melahirkan tim balap, juara dunia 9 kali ini kini bersiap untuk memperkenalkan sekolah balap bernama VR46 Riders Academy.

VR46 Riders Academy ini adalah sekolah khusus balap yang dibangun Rossi untuk melahirkan talenta muda Italia. Bisa jadi ini adalah langkah Rossi untuk mengganggu dominasi Spanyol yang saat ini menguasai balapan motor dunia.

Sekolah khusus balap milik Rossi ini dibangun di kampung halaman Rossi di Tavullia, di wilayah ini pula Rossi memiliki tempat bermain motor, Motor Ranch.

Sejauh ini, sekolah balap Rossi ini tengah melatih 6 siswa yakni Franco Morbidelli, Luca Marini, Andrea Migno , Nicolo Bulega , Romano Fenati dan Pecco Bagnaia. 

Marini adalah adik termuda Rossi sementara Migno dan Bulega berlaga di Spanish CEV championship. Sedangkan Fenati dan Bagnaia merupakan bagian dari tim SKY Moto3. Dan Morbidelli akan berlaga di seri Moto2.

Keenam pebalap ini akan dilatih bersama. Bukan hanya terkait skill membalap, tapi juga dilatih bagaimana menaklukkan trek sesuai karakternya dan dilatih fisik serta diperkuat sisi psikologinya.

Di luar itu Rossi juga akan membantu mereka untuk bagaimana bersikap sebagai pebalap profesional seperti bagaimana membangun relasi dengan tim balap, mengatur logistik, memahami kontrak dan lain sebagainya. Demikian dilansir Auto Evolution.

Bersiap Menunggu Start MotoGP 2014



Musim balapan MotoGP 2014 akan mulai bergulir di akhir pekan. Kisah-kisah persaingan baru bakal lahir, meski sejauh ini juara bertahan Marc Marquez tampaknya akan mejadi bidikan utama dari para pengejar gelar juara.

Pekan ini balapan malam Qatar bakal membuka perhelatan MotoGP 2014. Total 23 rider dari 13 tim akan mulai berebut gelar juara di kelas primer balap motor grand prix dalam 18 seri balapan yang berakhir di Valencia pada 9 November mendatang.

Dari segi regulasi, satu hal yang menyeruak dari MotoGP 2014 adalah adanya klasifikasi Factory dan Open yang menggantikan klasifikasi prototype dan CRT (Claiming Rule Team). Apa bedanya?

Pada dasarnya, sistem klaim mesin di klasifikasi CRT dinilai membuat jurang dengan tim pabrikan tetap besar. Pabrikan enggan menyuplai mesin untuk tim-tim CRT yang pada akhirnya cuma bisa mengandalkan mesin berbasis produksi massal alih-alih mesin dengan spesifikasi balap. Walhasil tim-tim CRT pun tetap saja kalah bersaing dengan tim-tim pabrikan.

Nah, demi meningkatkan kualitas persaingan antara tim-tim pabrikan dengan tim-tim independen, musim ini sistem klaim mesin dihapuskan. Hal itu mendapat respons bagus dengan Honda maupun Yamaha berkomitmen menjual atau meminjamkan motor spesifikasi balap kepada tim-tim independen.

Selain itu jika sebelumnya tim-tim pabrikan masuk ke bagian Prototype dan tim-tim independen masuk ke CRT, kali ini tidak lagi demikian dalam pengklasifikasian Factory dan Open. Pasalnya klasifikasi itu tidak terikat pada status tim, membuat tim-tim pabrikan dan independen bebas memilih. Maka jangan heran jika tim Gresini Honda memiliki masing-masing satu pebalap di kategori Factory dan juga Open.

Kemudian apa, sih, yang membedakan dua kategori tersebut? Pertama-tama setiap tim wajib menggunakan Electronic Control Unit (ECU) buatan MotoGP, dengan motor-motor di kategori Open akan mengusung ECU dengan piranti lunak identik sedangkan tim dari kategori Factory diizinkan memprogram sendiri piranti lunaknya. Selain itu MotoGP juga akan memberi kuota bensin lebih banyak untuk kategori Open, 24 liter, dibandingkan 20 liter untuk kategori Factory. Tim-tim Factory juga akan memiliki alokasi mesin lebih sedikit, lima, daripada 12 untuk tim-tim yang masuk ke dalam klasifikasi di Open